Salemba Sudah Melakukan Jalur One Way

salemba-sudah-melakukan-jalur-one-way

Salemba Sudah Melakukan Jalur One Way. Jalan Salemba, salah satu arteri utama di Jakarta Pusat, kini resmi menerapkan sistem one way mulai 5 Januari 2026. Keputusan ini diambil untuk mengurangi kemacetan parah yang sering terjadi di kawasan tersebut, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Jalur one way berlaku dari arah Senen menuju Pasar Senen hingga persimpangan Jalan Diponegoro, sehingga kendaraan hanya boleh melaju ke arah timur. Perubahan ini langsung terasa sejak hari pertama, dengan arus lalu lintas yang lebih lancar dibandingkan sebelumnya, meski masih ada penyesuaian bagi pengendara. REVIEW WISATA

Latar Belakang dan Alasan Penerapan: Salemba Sudah Melakukan Jalur One Way

Salemba selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu titik rawan kemacetan di Jakarta. Setiap hari, ribuan kendaraan dari berbagai arah bertemu di persimpangan Jalan Salemba Raya, Jalan Diponegoro, dan Jalan Paseban, menyebabkan antrean panjang hingga ratusan meter. Data lalu lintas menunjukkan bahwa pada jam sibuk pagi, waktu tempuh dari Senen ke Cikini bisa mencapai 30-40 menit hanya untuk jarak sekitar 2 kilometer. Penerapan one way ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengoptimalkan kapasitas jalan tanpa harus membangun infrastruktur baru. Sebelumnya, jalur serupa sudah diterapkan di beberapa kawasan seperti Sudirman-Thamrin dan Jalan Gajah Mada, yang terbukti berhasil mengurangi waktu tempuh hingga 30 persen.

Dampak Langsung di Hari Pertama: Salemba Sudah Melakukan Jalur One Way

Pada hari pertama penerapan, 5 Januari 2026, banyak pengendara menyambut positif perubahan ini. Arus kendaraan dari arah Senen ke timur terlihat lebih mengalir, dengan kecepatan rata-rata meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Petugas lalu lintas dikerahkan di beberapa titik untuk mengarahkan kendaraan yang masih berusaha masuk dari arah berlawanan. Meski demikian, beberapa pengendara yang biasa melewati Salemba ke arah barat harus mencari jalur alternatif seperti Jalan Gunung Sahari atau Jalan Matraman. Beberapa warga sekitar mengaku merasa lebih nyaman karena suara klakson dan kemacetan berkurang, meski masih ada keluhan dari pengemudi ojek online yang harus menyesuaikan rute.

Penyesuaian dan Antisipasi Kendala

Pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa langkah pendukung untuk memperlancar penerapan one way. Papan petunjuk dan rambu lalu lintas baru dipasang di berbagai persimpangan, sementara petugas dari Dinas Perhubungan berjaga sepanjang hari untuk membantu pengendara. Jalur alternatif utama seperti Jalan Paseban Raya dan Jalan Pramuka disiapkan sebagai pengganti bagi yang ingin ke arah barat. Selain itu, pemantauan CCTV dan aplikasi lalu lintas real-time juga diperkuat agar masyarakat bisa melihat kondisi terkini sebelum berangkat. Dalam beberapa hari ke depan, diharapkan pengendara semakin terbiasa, sehingga kemacetan di Salemba bisa benar-benar terkendali.

Kesimpulan

Penerapan jalur one way di Jalan Salemba menjadi langkah penting dalam mengatasi kemacetan kronis di Jakarta Pusat. Meski baru satu hari berlaku, dampak positif sudah terasa dengan arus lalu lintas yang lebih lancar dan waktu tempuh yang lebih singkat. Dengan dukungan petugas, rambu yang jelas, serta kesadaran pengendara, sistem ini berpotensi menjadi solusi jangka panjang bagi kawasan tersebut. Ke depan, keberhasilan Salemba bisa menjadi contoh bagi jalan-jalan lain di ibu kota yang masih menghadapi masalah serupa.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *