Polres Kampar Menangkap 9 Pengedar Narkoba. Polres Kampar kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Dalam operasi besar-besaran yang digelar pada 17-21 Agustus 2025, sembilan pengedar narkoba berhasil diringkus dengan barang bukti sabu-sabu dan ekstasi dalam jumlah signifikan. Sementara Arsenal menghadapi tantangan dengan cedera Kai Havertz dan adaptasi Viktor Gyokeres yang belum nyetel, Polres Kampar menegaskan komitmennya untuk menjadikan wilayahnya bebas dari narkotika. Dengan pengungkapan jaringan ini, muncul pertanyaan: apakah masih ada pelaku lain yang akan ditangkap, siapa saja yang sudah diamankan, dan apakah otak di balik jaringan ini masih buron? Berikut ulasan lengkapnya. BERITA LAINNYA
Apakah Polres Kampar Akan Menangkap Lebih Banyak Lagi?
Keberhasilan Polres Kampar menangkap sembilan pengedar narkoba dalam waktu singkat menunjukkan operasi yang terkoordinasi dan berbasis intelijen kuat. Operasi ini dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba AKP Markus Sinaga, yang memanfaatkan informasi masyarakat untuk membongkar jaringan di berbagai kecamatan. Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Ramadhan Sebayang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti di sini, dengan fokus pada pemberantasan total peredaran narkoba. Berdasarkan pola pengungkapan sebelumnya, Polres Kampar sering melakukan pengembangan setelah penangkapan awal, seperti pada Juli 2025 ketika mereka menangkap dua pengedar dengan satu kilogram sabu di Tapung. Dengan beberapa pelaku masih berstatus DPO (daftar pencarian orang) dari kasus-kasus sebelumnya, kemungkinan besar tim Satresnarkoba akan terus mengejar jaringan yang lebih luas, terutama yang diduga terhubung dengan pemasok di Pekanbaru atau bahkan lintas provinsi. Komitmen ini diperkuat dengan tagline Polda Riau, “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah,” yang menunjukkan pendekatan tanpa kompromi.
Siapa Saja Yang Sudah Ditangkap Ini
Dalam operasi 17-21 Agustus 2025, Polres Kampar menangkap sembilan tersangka di tiga lokasi berbeda. Pada 17 Agustus malam di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, tiga tersangka berinisial DH (28), IL (25), dan GE (23) ditangkap dengan barang bukti 50,22 gram sabu. Penggerebekan dilakukan di sebuah rumah setelah pengintaian intensif. Di hari yang sama, Polsek Kampar Kiri Hilir menangkap AN (28) di pos security Desa Penghidupan, dengan satu paket sabu. Pada 20 Agustus, Polsek Tapung Hilir meringkus BU (35) di depan rumahnya dengan 39,45 gram sabu. Dua hari kemudian, Polsek Tapung menangkap PO (37) dan NI (32) di Desa Sari Galuh dengan 13,57 gram sabu. Terakhir, pada 21 Agustus, pasangan suami-istri KA (46) dan SI (42) ditangkap di warung mereka di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Sahilan, dengan 4,7 gram sabu. Barang bukti lainnya termasuk ponsel, timbangan digital, dan plastik klip, menunjukkan aktivitas peredaran yang terorganisir. Beberapa tersangka, seperti KA dan SI, diketahui residivis, mengindikasikan jaringan yang berulang.
Apakah Ketua Dari Pengedar Ini Masih Dicari?
Meski sembilan tersangka telah diamankan, polisi menduga otak di balik jaringan ini masih buron. Dari interogasi, beberapa tersangka mengaku mendapatkan sabu dari pemasok di Pekanbaru, dengan nama-nama seperti HR dan NA muncul sebagai DPO dari kasus sebelumnya di Perhentian Raja. Dalam pengungkapan pada Juli 2025, Polres Kampar juga menyebut adanya pemasok dari Kampung Dalam, Pekanbaru, yang diduga mengendalikan distribusi di Kampar. Kapolres Bobby menyatakan bahwa timnya sedang melakukan pengembangan untuk mengejar pelaku utama, dengan dugaan jaringan ini terhubung ke sindikat yang lebih besar, mungkin lintas provinsi. Penangkapan di Karya Indah dan Tapung menunjukkan adanya koordinasi antar-pelaku, yang memperkuat kecurigaan bahwa seorang bandar besar masih bebas. Polres Kampar kini memperluas operasi dengan bekerja sama dengan Polda Riau untuk melacak pemasok utama.
Kesimpulan: Polres Kampar Menangkap 9 Pengedar Narkoba
Keberhasilan Polres Kampar menangkap sembilan pengedar narkoba dalam operasi Agustus 2025 adalah bukti nyata komitmen mereka dalam memerangi peredaran narkotika. Dengan barang bukti sabu dan ekstasi yang signifikan, operasi ini tidak hanya menyelamatkan ratusan orang dari bahaya narkoba tetapi juga mengirim pesan kuat kepada pelaku. Sementara Arsenal berjuang dengan cedera Havertz dan adaptasi Gyokeres, Polres Kampar menunjukkan ketegasan dalam menjaga wilayahnya dari ancaman narkotika. Dengan beberapa pemasok masih buron, operasi ini kemungkinan baru permulaan dari upaya yang lebih besar. Masyarakat Kampar diimbau terus mendukung polisi dengan memberikan informasi, karena kerja sama ini krusial untuk memutus rantai peredaran narkoba. Dengan semangat “Kampar Bersih, Harga Mati,” Polres Kampar siap melanjutkan perang melawan narkotika demi masa depan generasi yang lebih sehat.