Kata Trump: Maduro Bisa Dibunuh Jika Melawan

kata-trump-maduro-bisa-dibunuh-jika-melawan

Kata Trump: Maduro Bisa Dibunuh Jika Melawan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pernyataan tegas mengenai Nicolás Maduro setelah operasi militer sukses menangkap pemimpin Venezuela itu pada 3 Januari 2026. Trump mengatakan bahwa Maduro bisa dibunuh jika melawan selama penangkapan, meski akhirnya dia menyerah tanpa perlawanan sengit. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di resornya di Florida, di mana Trump juga mengumumkan rencana AS untuk mengelola Venezuela sementara hingga transisi aman. Operasi ini menjadi sorotan global, menandai intervensi langsung AS di negara Amerika Latin itu setelah bertahun-tahun ketegangan. REVIEW WISATA

Latar Belakang Operasi Penangkapan: Kata Trump: Maduro Bisa Dibunuh Jika Melawan

Operasi militer AS berlangsung cepat di Caracas, ibu kota Venezuela, dengan pasukan khusus menyerbu kompleks Maduro di malam hari. Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan langsung dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba. Trump memuji keberhasilan misi yang hanya berlangsung sekitar dua jam, dengan pasukan AS menghadapi perlawanan dari pengawal Maduro. Namun, Maduro gagal mencapai ruang aman karena ditangkap lebih dulu. Operasi ini didasari tuduhan lama terhadap Maduro sebagai pemimpin rezim otoriter yang terlibat narkotika, dengan imbalan 50 juta dolar AS untuk penangkapannya. Trump menekankan bahwa tindakan ini sebagai peringatan bagi siapa pun yang mengancam kedaulatan AS atau membahayakan warganya.

Detail Pernyataan Trump: Kata Trump: Maduro Bisa Dibunuh Jika Melawan

Dalam konferensi pers, Trump menceritakan bagaimana Maduro mencoba lari ke ruang aman tapi gagal menutup pintu karena dikejar pasukan. “Dia hampir masuk, tapi kami bisa meledakkan pintu dalam 47 detik,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa jika Maduro melawan, pembunuhan bisa terjadi sebagai opsi. Pernyataan ini disertai ancaman lebih luas terhadap pejabat Venezuela, Kuba, dan Kolombia yang tidak kooperatif. Trump juga mengungkap rencana AS untuk mengelola Venezuela sementara, termasuk membangun kembali infrastruktur minyak hingga transisi yang adil. Ia menolak dukung kandidat oposisi seperti Edmundo González, dan siap lakukan serangan kedua jika diperlukan. Ini menunjukkan pendekatan Trump yang tegas, menggabungkan militer dengan tujuan ekonomi.

Reaksi dan Dampak Global

Pernyataan Trump memicu reaksi beragam. Di AS, beberapa kalangan puji sebagai tindakan berani melawan narkotika, tapi kritikus khawatir ini langgar hukum internasional dan picu konflik lebih luas. Di Venezuela, Wakil Presiden Delcy Rodríguez beri pidato menantang di televisi negara, sementara situasi dalam negeri kacau dengan pemadaman listrik dan suara ledakan di ibu kota. Negara seperti Cina dan Rusia kutuk operasi ini sebagai agresi, sementara sekutu AS seperti Brasil dan Kolombia waspadai dampak regional. Secara ekonomi, penangkapan Maduro bisa buka akses minyak Venezuela bagi perusahaan AS, tapi risiko kekosongan kekuasaan tinggi dengan kelompok bersenjata siap lawan. Trump sendiri anggap ini sebagai kemenangan besar, tapi peringatkan bahwa nasib serupa bisa menimpa pemimpin lain jika tidak adil terhadap rakyatnya.

Kesimpulan

Pernyataan Trump bahwa Maduro bisa dibunuh jika melawan menegaskan pendekatan kerasnya terhadap Venezuela, menyusul operasi sukses yang tangkap pemimpin itu. Di usia pemerintahan barunya, langkah ini jadi simbol kebijakan luar negeri agresif, campur aduk antara tujuan keamanan dan ekonomi. Meski beri peringatan global, dampaknya bisa picu ketidakstabilan lebih lanjut di Amerika Latin. Bagi Maduro, nasibnya kini di pengadilan New York, sementara Venezuela hadapi masa transisi penuh ketidakpastian di bawah pengawasan AS. Situasi ini sekali lagi tunjukkan betapa dinamisnya geopolitik, dengan Trump siap ambil risiko besar untuk capai tujuan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *