BMKG: Waspada Hujan Lebat di Aceh hingga Papua. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Pada 18 Februari 2026, BMKG memprediksi potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Aceh hingga Papua selama tiga hari ke depan (18–20 Februari). Fenomena ini dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di fase 4–5 yang aktif di sekitar Indonesia bagian barat dan tengah, ditambah pengaruh La Niña lemah yang masih bertahan. BMKG mengimbau masyarakat di 28 provinsi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir, longsor, dan genangan air, terutama di daerah rawan bencana hidrometeorologi. VENUE NIKAH
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat: BMKG: Waspada Hujan Lebat di Aceh hingga Papua
BMKG merinci wilayah yang berstatus siaga dan waspada sebagai berikut:
Aceh dan Sumatera Utara: Hujan lebat hingga sangat lebat (100–150 mm/hari) berpotensi terjadi di Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, serta pesisir timur Sumut (Deli Serdang, Langkat, Binjai). Curah hujan ekstrem ini berisiko memicu banjir bandang di lereng Gunung Leuser dan longsor di dataran tinggi Gayo.
Sumatera Barat dan Riau: Hujan lebat (50–100 mm/hari) diprediksi di Padang Pariaman, Agam, Limapuluh Kota, serta pesisir Riau (Pekanbaru, Kampar, Pelalawan). Genangan air di kawasan perkotaan dan banjir sungai kecil menjadi ancaman utama.
Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan: Hujan lebat disertai petir berpotensi di Palangka Raya, Kapuas, Barito Selatan, serta Banjarmasin dan sekitarnya. Daerah aliran sungai Barito dan Kapuas berisiko banjir luapan.
Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara: Curah hujan tinggi (70–120 mm/hari) diprediksi di Makassar, Gowa, Bone, Kendari, hingga Ternate dan Halmahera Selatan. Longsor di pegunungan Sulsel dan banjir rob di pesisir Malut menjadi perhatian khusus.
Papua dan Papua Barat: Hujan lebat hingga ekstrem (100–200 mm/hari) berpotensi di Jayapura, Merauke, Sorong, Manokwari, serta pegunungan tengah Papua. Daerah pegunungan Jayawijaya dan lembah Baliem berisiko longsor dan banjir bandang.
BMKG juga mencatat potensi gelombang tinggi 2,5–4 meter di Selat Malaka, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi, dan perairan utara Papua. Nelayan dan transportasi laut diminta waspada.
Dampak dan Imbauan BMKG: BMKG: Waspada Hujan Lebat di Aceh hingga Papua
Hingga 18 Februari pagi, sudah tercatat 12 kejadian banjir dan 7 longsor di Aceh, Sumbar, dan Sulsel akibat hujan lebat sejak 16 Februari. BPBD setempat melaporkan lebih dari 1.200 rumah terendam dan 15 titik longsor yang menutup akses jalan. BMKG meminta pemerintah daerah mempercepat evakuasi warga di zona rawan, membersihkan saluran drainase, dan memantau debit sungai secara intensif.
Masyarakat diimbau:
Hindari aktivitas di tepi sungai dan lereng curam saat hujan lebat.
Siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, makanan, dan obat-obatan.
Pantau informasi resmi BMKG melalui aplikasi Info BMKG atau situs bmkg.go.id.
Laporkan kejadian bencana ke nomor darurat 112 atau BPBD setempat.
Kesimpulan
BMKG kembali mengeluarkan peringatan dini hujan lebat yang berpotensi melanda Aceh hingga Papua selama 18–20 Februari 2026. Fenomena ini dipicu kombinasi MJO aktif dan La Niña lemah yang masih berpengaruh. Dengan curah hujan ekstrem di sejumlah wilayah rawan, risiko banjir, longsor, dan genangan air sangat tinggi. Pemerintah daerah dan masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materiil. Kementerian PUPR dan BNPB juga diminta mempercepat normalisasi sungai dan perbaikan tanggul di daerah endemis. Cuaca ekstrem seperti ini mengingatkan kita bahwa perubahan iklim sudah nyata—dan respons cepat serta koordinasi antarinstansi menjadi kunci utama menjaga keselamatan bersama. Tetap waspada dan ikuti informasi resmi BMKG setiap hari.