BMKG: Angin Kencang Guyur Sulawesi Tenggara

BMKG: Angin Kencang Guyur Sulawesi Tenggara

BMKG: Angin Kencang Guyur Sulawesi Tenggara. Angin kencang dengan kecepatan hingga 72 kilometer per jam kembali mengguyur wilayah Sulawesi Tenggara sejak malam tanggal 3 Februari 2026 hingga pagi hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian ini sebagai dampak dari sirkulasi siklonik di sekitar Laut Banda yang masih aktif, ditambah pengaruh angin muson barat laut yang kuat. Beberapa kecamatan di Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, dan Buton mengalami pohon tumbang, baliho roboh, hingga atap rumah terlepas. Meski belum ada korban jiwa, kerusakan infrastruktur ringan dan gangguan listrik meluas terjadi di beberapa titik. INFO PROPERTI

Kondisi Angin dan Dampak yang Terjadi: BMKG: Angin Kencang Guyur Sulawesi Tenggara

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari melaporkan kecepatan angin rata-rata 40–55 km/jam dengan semburan maksimum mencapai 72 km/jam di wilayah pesisir Kendari dan sekitar Pulau Muna. Angin kencang ini berlangsung hampir sepanjang malam hingga subuh, disertai hujan sedang hingga lebat di sebagian besar daratan Sultra. Di Kota Kendari, angin paling terasa di kawasan Baruga, Poasia, Abeli, dan Mandonga. Beberapa pohon besar di pinggir jalan protokol tumbang dan menimpa kabel listrik, menyebabkan pemadaman bergilir di lebih dari 15 kelurahan.
Di Kabupaten Konawe Selatan, khususnya Kecamatan Tinanggea dan Palangga, angin merobek atap rumah warga dan gudang penyimpanan hasil pertanian. Di Kabupaten Buton, wilayah Pasarwajo dan Kapontori melaporkan puluhan tiang baliho serta reklame besar ambruk ke badan jalan. Di Pulau Muna, angin juga menyebabkan gelombang tinggi mencapai 2,5–3 meter di perairan selatan, mengganggu aktivitas nelayan kecil dan kapal penyeberangan rute kecil.
Hingga pagi ini, PLN mencatat sekitar 28.000 pelanggan di Sultra mengalami padam listrik akibat gangguan jaringan. Petugas gabungan dari PLN, BPBD, dan TNI-Polri masih bekerja membersihkan pohon tumbang dan memperbaiki jaringan yang putus. Tidak ada laporan korban luka berat, meski beberapa warga mengalami luka ringan akibat serpihan kayu dan seng atap yang beterbangan.

Peringatan BMKG dan Langkah Antisipasi: BMKG: Angin Kencang Guyur Sulawesi Tenggara

BMKG memperpanjang peringatan dini angin kencang hingga setidaknya 6 Februari 2026 untuk wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk perairan di sekitar Laut Banda, Teluk Bone bagian selatan, dan Selat Buton. Kecepatan angin diperkirakan masih berkisar 40–70 km/jam dengan potensi semburan lebih kencang di zona pesisir dan pulau-pulau kecil. Gelombang di perairan terbuka diprediksi tetap tinggi, mencapai 2,5–4 meter, sehingga nelayan diminta menunda melaut dan kapal-kapal besar diimbau waspada.
Pemerintah Provinsi Sultra dan BPBD kabupaten/kota telah mengaktifkan posko siaga 24 jam. Masyarakat diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon besar, menghindari area terbuka saat angin kencang, serta memastikan baliho dan reklame di rumah atau tempat usaha terpasang kuat. Sekolah-sekolah di zona rawan pohon tumbang diminta mengevaluasi jadwal kegiatan luar ruangan hingga kondisi membaik. Warga pesisir juga diingatkan untuk tidak mendekati garis pantai selama gelombang tinggi masih berlangsung.

Kesimpulan

Angin kencang yang mengguyur Sulawesi Tenggara sejak 3 Februari 2026 menunjukkan bahwa musim transisi masih membawa risiko signifikan bagi wilayah timur Indonesia. Meski dampaknya sejauh ini terbatas pada kerusakan ringan dan gangguan listrik, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dan koordinasi cepat antarinstansi. Dengan peringatan BMKG yang masih berlaku beberapa hari ke depan, warga Sultra diharapkan tetap waspada, terutama di malam dan dini hari saat angin cenderung lebih kencang. Jika kondisi cuaca mulai stabil seperti prediksi, aktivitas bisa kembali normal dalam waktu dekat, tapi kehati-hatian tetap harus diutamakan sampai ancaman benar-benar reda.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *