Banjir Cipinang Muara & Kebon Pala Jakarta Parah

Banjir Cipinang Muara & Kebon Pala Jakarta Parah

Banjir Cipinang Muara & Kebon Pala Jakarta Parah. Banjir yang melanda Jakarta Timur semakin parah sejak Kamis malam hingga Jumat siang (30 Januari 2026). Dua kelurahan paling terdampak adalah Cipinang Muara dan Kebon Pala, di mana air sungai Ciliwung meluap deras akibat curah hujan ekstrem dan debit tinggi dari hulu. Di Cipinang Muara, ketinggian air mencapai 2,8–3,5 meter di beberapa RT, sementara di Kebon Pala genangan rata-rata 1,5–2,2 meter, membuat ratusan rumah terendam hingga atap. BPBD DKI Jakarta mencatat 18 RT di Cipinang Muara dan 12 RT di Kebon Pala masih terendam parah hingga siang ini. Ribuan warga terpaksa mengungsi, lalu lintas di sekitar Jalan Inspeksi Ciliwung lumpuh total, dan petugas gabungan berjibaku sejak dini hari menggunakan perahu karet serta pompa besar untuk mengevakuasi dan mengurangi genangan. Situasi ini menjadi salah satu banjir terparah di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. REVIEW FILM

Penyebab Banjir Cipinang Muara & Kebon Pala Jakarta yang Semakin Parah: Banjir Cipinang Muara & Kebon Pala Jakarta Parah

Luapan Kali Ciliwung menjadi pemicu utama. Pintu Air Manggarai sempat mencapai status siaga 1 dengan ketinggian 980 cm, memaksa air melimpah ke bantaran. Curah hujan di hulu Bogor dan Depok mencapai lebih dari 150 mm dalam 24 jam, ditambah sampah yang menyumbat saluran drainase dan normalisasi sungai yang belum selesai di segmen Cipinang Muara–Kebon Pala. Kawasan ini memang rawan karena letaknya rendah dan langsung berhadapan dengan aliran utama Ciliwung setelah melewati kawasan padat seperti Bidara Cina dan Kampung Melayu.

Di Cipinang Muara, genangan tertinggi tercatat di RT 01, 03, dan 05 RW 01 serta RW 06, di mana air masuk rumah hingga dada orang dewasa dan memaksa warga naik ke atap atau lantai dua. Kebon Pala tidak kalah parah, terutama di sekitar Jalan Inspeksi dan kampung-kampung kecil di belakang RS Persahabatan. Banjir di sini diperburuk oleh kiriman air dari Kali Baru Timur yang juga meluap. Akibatnya, akses keluar masuk kampung terputus, listrik padam di sebagian besar area, dan warga kesulitan mendapatkan air bersih serta makanan. Banjir kali ini lebih tinggi dibanding kejadian serupa di akhir Desember lalu, menunjukkan bahwa intensitas hujan dan debit sungai masih menjadi tantangan besar meski ada upaya penanganan.

Upaya Penanganan dan Kondisi Warga perihal Banjir Cipinang Muara & Kebon Pala Jakarta Parah: Banjir Cipinang Muara & Kebon Pala Jakarta Parah

Petugas BPBD, Dinas SDA, PMI, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan sejak Rabu malam. Lebih dari 20 perahu karet digunakan untuk evakuasi, sementara 15 unit pompa berkapasitas besar ditempatkan di titik-titik strategis. Di Cipinang Muara, evakuasi difokuskan pada lansia, anak-anak, dan ibu hamil; hingga siang ini sekitar 1.200 warga sudah dipindahkan ke posko pengungsian di SDN 01 Cipinang Muara dan gedung serbaguna RW setempat. Di Kebon Pala, evakuasi masih berlangsung karena akses sulit akibat genangan dalam.
Pemprov DKI membuka dapur umum dan mendistribusikan logistik dasar seperti nasi bungkus, air mineral, selimut, serta obat-obatan. Gubernur Pramono Anung langsung meninjau lokasi pagi tadi dan memerintahkan percepatan penyedotan air serta pembersihan sampah di sungai. Meski debit Ciliwung mulai menurun sejak pagi, genangan di dalam kampung diperkirakan baru surut penuh dalam 24–48 jam ke depan jika tidak ada hujan tambahan. BMKG masih memperingatkan potensi hujan sedang-lebat hingga akhir pekan, sehingga warga diminta tetap siaga.

Kesimpulan

Banjir parah di Cipinang Muara dan Kebon Pala menegaskan bahwa kawasan bantaran Ciliwung tetap menjadi titik rawan utama setiap musim hujan ekstrem. Dengan ketinggian air mencapai 3,5 meter di beberapa titik dan ribuan warga terdampak, situasi ini membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi. Upaya evakuasi serta penyedotan air sudah berjalan maksimal, tapi pemulihan penuh bergantung pada penurunan debit sungai dan cuaca yang membaik. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya mempercepat normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan relokasi bertahap bagi warga di zona merah. Saat ini, prioritas utama tetap menyelamatkan jiwa dan memastikan kebutuhan dasar terpenuhi bagi korban banjir. Semoga genangan cepat surut dan warga bisa kembali ke rumah dengan aman secepat mungkin. Tetap waspada dan ikuti arahan petugas.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *