Banjir Bandang & Tanah Bergerak di Jateng & Jabar

Banjir Bandang & Tanah Bergerak di Jateng & Jabar

Banjir Bandang & Tanah Bergerak di Jateng & Jabar. Hujan lebat yang mengguyur wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat sejak malam 2 Februari 2026 memicu banjir bandang dan tanah bergerak di belasan titik. BPBD kedua provinsi melaporkan hingga pagi 4 Februari sudah ada 14 korban meninggal dunia, puluhan luka-luka, serta lebih dari 2.800 jiwa mengungsi. Longsor dan banjir bandang paling parah terjadi di lereng Merapi-Merbabu, lereng Lawu, serta daerah pegunungan Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Garut. Debit sungai-sungai besar seperti Progo, Serayu, Bengawan Solo, dan Cimanuk naik drastis, menyebabkan luapan dan genangan di permukiman serta jalan nasional. INFO SAHAM

Wilayah Terdampak dan Kronologi Bencana: Banjir Bandang & Tanah Bergerak di Jateng & Jabar

Di Jawa Tengah, longsor dan banjir bandang melanda:
Kabupaten Magelang, Boyolali, Klaten (lereng Merapi-Merbabu): longsor menutup akses jalan ke Selo dan Kaliurang, 5 korban meninggal tertimbun.
Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen (lereng Lawu): banjir sungai dan longsor, 4 korban meninggal, ratusan rumah terendam.
Cilacap, Kebumen, Purworejo: banjir bandang Sungai Serayu dan Progo, genangan hingga 2 meter, 3 korban meninggal.
Di Jawa Barat, bencana terparah terjadi di:
Kabupaten Garut dan Tasikmalaya: longsor lereng Gunung Cikuray dan Gunung Talaga Bodas, 2 korban meninggal, akses jalan nasional terputus.
Bandung dan Sumedang: tanah bergerak di lereng Lembang dan Cileunyi, puluhan rumah rusak berat.
Curah hujan mencapai 200–350 mm dalam 24–36 jam di wilayah pegunungan, ditambah saturasi tanah yang tinggi setelah hujan sebelumnya. Bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa masih aktif menarik massa udara basah.

Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Darurat: Banjir Bandang & Tanah Bergerak di Jateng & Jabar

Total korban meninggal dunia mencapai 14 orang (9 di Jateng, 5 di Jabar), 28 luka-luka, dan lebih dari 2.800 jiwa mengungsi. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, termasuk rusaknya rumah, jembatan, jalan, sawah, dan infrastruktur listrik. Beberapa akses jalan nasional seperti jalur Magelang–Boyolali, Wonogiri–Karanganyar, dan Garut–Tasikmalaya masih terputus hingga pagi ini.
BPBD Jawa Tengah dan Jawa Barat langsung membuka posko gabungan sejak dini hari 3 Februari. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, Tagana, dan relawan bekerja keras melakukan evakuasi dan pencarian korban. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan terpal sudah disalurkan ke puluhan posko pengungsian. Gubernur Jawa Tengah dan Jawa Barat menyatakan status tanggap darurat di kabupaten terdampak dan memerintahkan percepatan penyedotan air serta pembersihan material longsor.

Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi

BMKG memperpanjang status siaga hingga 5 Februari 2026 dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan longsor susulan masih mungkin terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap banjir susulan, longsor di lereng curam, dan pohon tumbang. Rekomendasi utama:
Hindari aktivitas di tepi sungai dan lereng curam saat hujan lebat.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG atau radio lokal.
Pemerintah daerah juga diimbau mempercepat normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan relokasi warga dari zona rawan longsor serta banjir bandang.

Kesimpulan

Banjir bandang dan tanah bergerak akibat hujan lebat hingga 4 Februari 2026 telah menewaskan 14 orang dan mengungsi ribuan warga di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Respons cepat BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah provinsi sudah terlihat, namun potensi bencana susulan tetap tinggi selama hujan masih intens. Peringatan BMKG harus menjadi perhatian utama bagi warga dan pemerintah daerah. Semoga tidak ada korban tambahan dan masyarakat terdampak segera pulih. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi kesiapsiagaan dan solidaritas bisa menyelamatkan banyak nyawa. Tetap aman dan saling bantu, Jawa Tengah dan Jawa Barat!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *