Akhmad Munir Daftar Calon Ketum PWI, Akhiri Dualisme

akhmad-munir-daftar-calon-ketum-pwi-akhiri-dualisme

Akhmad Munir Daftar Calon Ketum PWI, Akhiri Dualisme. Menjelang Kongres Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 29–30 Agustus 2025 di Cikarang, Bekasi, nama Akhmad Munir mencuat sebagai kandidat kuat untuk posisi Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2029. Kehadiran Munir sebagai bakal calon disambut antusias oleh banyak anggota PWI, terutama karena ia dianggap sebagai sosok yang mampu menyatukan organisasi yang sempat terbelah akibat konflik internal. Dengan dukungan mayoritas dari setidaknya 20 PWI provinsi, Munir tampil sebagai figur yang diharapkan bisa mengakhiri dualisme kepemimpinan yang telah mengganggu PWI dalam beberapa tahun terakhir. Langkahnya mendaftar sebagai calon Ketum PWI menjadi sorotan, dengan harapan besar untuk membawa persatuan dan memperkuat peran pers nasional. Berikut ulasan lengkapnya! BERITA LAINNYA

Siapa Akhmad Munir
Akhmad Munir adalah Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, sebuah posisi yang menunjukkan pengalamannya dalam dunia jurnalistik dan manajemen media. Munir dikenal sebagai profesional yang memiliki jejak panjang di bidang pers, dengan rekam jejak yang kuat dalam memimpin dan mengelola organisasi media. Ia memiliki pengalaman luas dalam memperkuat konsolidasi internal dan membangun hubungan lintas sektoral, yang membuatnya dianggap sebagai sosok pemersatu. Selain itu, Munir dikenal memiliki visi untuk memajukan PWI sebagai organisasi profesi wartawan yang modern dan relevan di tengah tantangan digitalisasi media. Dukungan dari berbagai PWI provinsi, termasuk dari wilayah-wilayah strategis, menunjukkan bahwa ia memiliki kepercayaan luas di kalangan anggota. Kiprahnya di LKBN Antara juga memperlihatkan kemampuan untuk menavigasi dinamika media nasional, yang menjadi modal penting untuk memimpin PWI.

Apa Itu Ketum PWI
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) adalah pimpinan tertinggi organisasi profesi wartawan tertua di Indonesia, yang didirikan pada 1946. PWI berperan sebagai wadah untuk meningkatkan profesionalisme wartawan, menjaga etika jurnalistik, dan memperjuangkan kebebasan pers. Ketum PWI bertugas merumuskan kebijakan strategis, mengoordinasikan program kerja di tingkat pusat dan daerah, serta menjadi representasi PWI dalam hubungan dengan pemerintah, organisasi internasional, dan pemangku kepentingan lainnya. Jabatan ini dipilih melalui Kongres PWI yang diadakan setiap empat tahun, dan kandidat terpilih diharapkan mampu memimpin organisasi dengan integritas dan visi yang jelas. Dalam konteks saat ini, Ketum PWI periode 2025–2029 memiliki tugas besar untuk memperkuat solidaritas internal dan menjawab tantangan era digital, seperti penyebaran hoaks dan transformasi media.

Apa Yang Dimaksud Dari Mengakhiri Dualisme Ini
Dualisme dalam PWI merujuk pada konflik kepemimpinan yang terjadi akibat perbedaan pandangan di antara anggota dan pengurus, yang menyebabkan terbelahnya organisasi menjadi dua kubu dalam beberapa tahun terakhir. Konflik ini muncul akibat perselisihan terkait proses pemilihan Ketum PWI sebelumnya, yang memicu ketidakharmonisan di tingkat pusat dan daerah. Dualisme ini melemahkan PWI sebagai organisasi profesi, mengurangi efektivitasnya dalam memperjuangkan kepentingan wartawan, dan menciptakan kebingungan di kalangan anggota. Akhmad Munir, dengan dukungan mayoritas PWI provinsi, dianggap sebagai figur yang mampu mengakhiri dualisme ini. Ia menawarkan pendekatan konsolidasi yang inklusif, dengan menekankan dialog dan kerja sama antar-anggota untuk menyatukan kembali visi PWI. Munir juga berjanji untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan pelatihan jurnalistik, dan memastikan PWI tetap relevan di tengah perubahan lanskap media. Langkahnya untuk memperbaiki komunikasi antara pusat dan daerah diharapkan bisa menutup celah konflik dan membawa PWI kembali menjadi organisasi yang solid.

Kesimpulan: Akhmad Munir Daftar Calon Ketum PWI, Akhiri Dualisme
Pencalonan Akhmad Munir sebagai Ketua Umum PWI periode 2025–2029 membawa angin segar bagi Persatuan Wartawan Indonesia. Dengan pengalaman sebagai Dirut LKBN Antara dan dukungan luas dari anggota, Munir dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menyatukan PWI dan mengakhiri dualisme kepemimpinan yang telah melemahkan organisasi. Sebagai Ketum PWI, ia akan menghadapi tugas besar untuk memajukan profesionalisme wartawan dan menjawab tantangan era digital. Dengan pendekatan inklusif dan visi konsolidasi, Munir berpotensi membawa PWI kembali ke jalur kejayaan sebagai wadah profesi wartawan yang kuat dan terpercaya. Kongres PWI pada 29–30 Agustus 2025 di Cikarang akan menjadi momen penentu, dan para anggota serta pengamat pers menantikan langkah nyata Munir untuk memperkuat pers nasional. Mari dukung upaya menuju PWI yang lebih solid dan berwibawa!

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *