Banjir Jakarta: 120 RT Tergenang 27 Januari. Genangan banjir di Jakarta kembali mencapai titik kritis pada pagi 27 Januari 2026. BPBD DKI Jakarta melaporkan 120 RT masih terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 30–220 cm, terutama di wilayah Jakarta Timur, Selatan, dan Utara. Curah hujan kumulatif sejak 22 Januari sudah melewati 480–650 mm di beberapa titik, jauh melampaui kapasitas drainase kota yang sudah overload. Banjir rob terus menggenangi pesisir utara, sementara luapan Kali Ciliwung, Kali Angke, dan Kali Pesanggrahan memperparah kondisi di kawasan tengah dan timur. Situasi ini membuat lalu lintas di puluhan ruas utama lumpuh total dan memaksa ribuan warga mengungsi sementara. MAKNA LAGU
Sebaran Genangan dan Titik Rawan: Banjir Jakarta: 120 RT Tergenang 27 Januari
Genangan terparah masih terkonsentrasi di Jakarta Timur, khususnya Kelurahan Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cipinang Melayu, Duren Sawit, Jatinegara, dan Pondok Bambu dengan ketinggian 100–220 cm. Di Jakarta Selatan, Pancoran, Tebet, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Jagakarsa masih tergenang 80–160 cm. Jakarta Utara mengalami banjir rob parah di Pluit, Ancol, Muara Karang, Penjaringan, dan Kelapa Gading dengan air laut masuk hingga 1,8–2,5 km ke daratan. Jakarta Barat dan Jakarta Pusat relatif lebih terkendali, tapi beberapa titik seperti Jl. Letjen S. Parman, Jl. Gatot Subroto, Jl. Sudirman-Thamrin, dan Jl. Raya Bogor masih macet parah karena genangan 70–130 cm. BPBD melaporkan total 120 RT terendam, 52 di antaranya genangan parah (>120 cm). Longsor kecil juga terjadi di lereng Jakarta Selatan, Depok, dan Bogor, menutup beberapa jalan kecil dan mengancam rumah warga.
Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur: Banjir Jakarta: 120 RT Tergenang 27 Januari
Hingga pagi 27 Januari, banjir sudah memaksa sekitar 4.800 warga mengungsi ke posko di masjid, gereja, sekolah, dan balai kelurahan. Beberapa ruas jalan protokol seperti Jl. MT Haryono, Jl. DI Panjaitan, Jl. Raya Bogor, dan Jl. Sudirman-Thamrin lumpuh total karena kendaraan mogok dan genangan tinggi. Listrik padam di ribuan rumah karena pohon tumbang menimpa kabel dan gardu distribusi. Jaringan telepon dan internet terganggu di beberapa kawasan. Petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan relawan terus membantu evakuasi dan distribusi logistik darurat: makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan. Pompa air di 20 titik utama diaktifkan penuh, sementara pintu air Manggarai, Waduk Pluit, dan Pintu Air Depok dibuka maksimal untuk antisipasi luapan Kali Ciliwung dan Citarum. Beberapa titik rawan seperti Kampung Melayu, Cawang, dan Pluit masih menjadi prioritas evakuasi karena risiko air naik kembali jika hujan turun lagi.
Respons Pemerintah dan Prakiraan ke Depan
Gubernur DKI Jakarta memimpin rapat koordinasi darurat dan memerintahkan seluruh RT/RW tetap siaga banjir hingga akhir pekan. Dishub DKI menutup sementara beberapa ruas jalan rawan dan mengalihkan lalu lintas ke jalur alternatif. Dinas Sumber Daya Air terus memompa air dan membersihkan saluran tersumbat. BNPB menyatakan siap kirim bantuan logistik tambahan jika genangan meluas. BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi malam ini hingga 28 Januari, terutama di Jakarta Selatan, Timur, dan Bogor. Curah hujan tambahan 80–140 mm diperkirakan, sehingga risiko genangan baru dan luapan sungai tetap tinggi. Masyarakat diminta pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG dan hindari daerah rawan banjir serta sungai meluap.
Kesimpulan
Genangan banjir Jakarta pada 27 Januari 2026 masih menjadi masalah serius dengan 105 RT terendam dan genangan meluas di Jakarta Timur, Selatan, serta pesisir utara. Respons cepat dari BPBD, Dishub, dan pompa air menjadi harapan utama mengurangi dampak. Namun prakiraan hujan lanjutan hingga akhir pekan menunjukkan kewaspadaan harus dipertahankan. Warga Jakarta diminta tetap pantau informasi resmi, hindari daerah rawan, dan siapkan diri menghadapi cuaca buruk. Semoga genangan segera surut total dan ibu kota bisa kembali normal tanpa korban tambahan. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi kesiapsiagaan dan kerjasama bisa meminimalkan kerugian. Tetap aman di rumah kalau tidak mendesak!