Banjir Melanda Jakarta, 45 RT Tergenang. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak malam 22 Januari 2026 hingga pagi hari ini menyebabkan banjir di 45 RT di berbagai wilayah ibu kota. BPBD DKI Jakarta melaporkan genangan air setinggi 30–120 cm terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Curah hujan mencapai 150–220 mm dalam 12 jam di beberapa titik, melebihi kapasitas drainase kota yang sudah overload. Akibatnya, puluhan ruas jalan utama tergenang, lalu lintas lumpuh, dan ratusan warga dievakuasi. Ini menjadi banjir signifikan pertama di Jakarta pada Januari 2026, dan BMKG memperingatkan potensi hujan lanjutan hingga malam ini. MAKNA LAGU
Penyebab dan Sebaran Banjir di Jakarta: Banjir Melanda Jakarta, 45 RT Tergenang
Hujan ekstrem ini dipicu oleh bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa yang masih aktif, menarik massa udara basah dan menciptakan konvergensi angin monsun baratan yang kuat. Intensitas hujan tertinggi tercatat di Jakarta Selatan (Pancoran, Tebet, Mampang Prapatan) dan Jakarta Timur (Ciracas, Duren Sawit, Makasar) dengan 180–220 mm dalam 12 jam. Jakarta Utara dan Jakarta Barat juga terdampak parah karena banjir rob yang bertemu dengan luapan Kali Ciliwung dan Kali Angke.
Genangan terparah terjadi di 45 RT, terutama Kelurahan Cawang, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cipinang Melayu, Kelapa Gading, Pluit, dan Muara Karang. Ketinggian air rata-rata 50–80 cm, dengan titik tertinggi mencapai 120 cm di kawasan rawan seperti Jl. MT Haryono dan Jl. Raya Bogor. Banjir rob di pesisir utara menambah kerumitan karena air laut masuk hingga 1–2 km ke daratan. Beberapa titik longsor kecil juga terjadi di lereng Jakarta Selatan dan Depok, menutup akses jalan kecil dan mengancam rumah warga.
Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur: Banjir Melanda Jakarta, 45 RT Tergenang
Hingga siang 23 Januari, banjir sudah memaksa 1.200 warga mengungsi ke posko-posko di masjid, gereja, dan sekolah. BPBD mencatat 45 RT terendam, 28 di antaranya genangan parah (>70 cm). Beberapa ruas jalan protokol seperti Jl. Sudirman-Thamrin, Jl. Gatot Subroto, dan Jl. DI Panjaitan lumpuh total karena kendaraan mogok dan genangan tinggi. Listrik padam di ratusan rumah karena pohon tumbang menimpa kabel dan gardu distribusi. Jaringan telepon dan internet terganggu di beberapa kawasan. Petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan relawan membantu evakuasi dan distribusi logistik darurat: makanan siap saji, air minum, selimut, dan obat-obatan. Pompa air di 10 titik utama diaktifkan penuh, sementara pintu air Manggarai dan Waduk Pluit dibuka maksimal untuk antisipasi luapan Kali Ciliwung.
Respons Pemerintah dan Rekomendasi
Gubernur DKI Jakarta langsung memimpin rapat koordinasi darurat dan memerintahkan seluruh RT/RW siaga banjir. Dishub DKI menutup sementara beberapa ruas jalan rawan dan mengalihkan lalu lintas ke jalur alternatif. Dinas Sumber Daya Air terus memompa air dan membersihkan saluran tersumbat. BNPB menyatakan siap kirim bantuan logistik tambahan jika banjir meluas. BMKG memperpanjang peringatan dini hingga 25 Januari dan meminta warga menghindari daerah rawan banjir serta sungai meluap. Rekomendasi utama: pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG, hindari aktivitas luar ruangan saat hujan deras, siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan dokumen penting. Warga diimbau tidak memaksakan diri melewati genangan tinggi dan segera hubungi 112 atau posko terdekat jika terjebak.
Kesimpulan
Hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta sejak malam 22 Januari menyebabkan banjir di 45 RT dan mengganggu aktivitas warga ibu kota. Genangan, longsor kecil, dan banjir rob membuat lalu lintas lumpuh dan ratusan orang mengungsi. Respons cepat dari BPBD, Dishub, dan pompa air menjadi harapan utama mengurangi dampak. Namun, intensitas hujan yang masih tinggi hingga 25 Januari berarti risiko banjir besar tetap ada. Warga Jakarta diminta tetap waspada, pantau informasi resmi, dan hindari daerah rawan. Semoga hujan segera mereda dan ibu kota bisa kembali normal tanpa korban jiwa tambahan. Cuaca ekstrem memang ujian, tapi kesiapsiagaan dan kerjasama bisa meminimalkan kerugian. Tetap aman di rumah kalau tidak mendesak!