Prabowo Berikan Anggaran MBG Rp 335 T

prabowo-berikan-anggaran-mbg-rp-335-t

Prabowo Berikan Anggaran MBG Rp 335 T. Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan dengan kebijakan besarnya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Program ini, yang menjadi salah satu janji kampanye utama Prabowo-Gibran, kini mendapat alokasi anggaran jumbo sebesar Rp 335 triliun, meningkat drastis dari alokasi awal Rp 71 triliun. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan gizi anak-anak Indonesia, terutama pelajar, sebagai investasi jangka panjang. Dengan target menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2025, MBG menjadi salah satu program paling ambisius di era kepemimpinan Prabowo. Apa sebenarnya MBG, mengapa anggarannya begitu besar, dan bagaimana reaksi masyarakat? BERITA LAINNYA

Apa Itu MBG
Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan balita di seluruh Indonesia. Diluncurkan secara bertahap sejak Januari 2025, program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan menyasar 32.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau “dapur MBG” di berbagai daerah. Hingga Juli 2025, MBG telah menjangkau lebih dari 7 juta anak melalui 2.375 dapur gizi, dengan menu yang dirancang untuk memenuhi standar gizi nasional, seperti nasi, lauk protein, sayuran, dan susu. Program ini tidak hanya fokus pada gizi, tetapi juga bertujuan meningkatkan kehadiran siswa di sekolah, prestasi akademik, dan perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM dalam rantai pasok.

Kenapa Prabowo Memberikan Anggaran Besar Untuk MBG
Alokasi anggaran Rp 335 triliun untuk MBG mencerminkan prioritas Prabowo dalam mengatasi masalah gizi buruk dan stunting, yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Menurut data pemerintah, sekitar 21,5% anak Indonesia di bawah usia lima tahun mengalami stunting pada 2024, angka yang ingin ditekan melalui MBG. Prabowo menegaskan bahwa program ini adalah “investasi untuk masa depan bangsa,” karena gizi yang baik akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Anggaran besar ini juga didukung oleh efisiensi belanja negara sebesar Rp 306,6 triliun melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025, yang memangkas biaya seremonial, perjalanan dinas, dan belanja tidak produktif lainnya. Dana tersebut dialihkan untuk mendukung MBG dan program prioritas lain seperti swasembada pangan dan kesehatan. Selain itu, anggaran ini memungkinkan perluasan jangkauan MBG dari 17,9 juta menjadi 82,9 juta penerima manfaat, menunjukkan ambisi pemerintah untuk menjalankan program ini secara masif hingga akhir 2025.

Reaksi Masyarakat Atas Anggaran MBG Ini
Reaksi masyarakat terhadap anggaran Rp 335 triliun untuk MBG terbelah menjadi dua kubu. Di satu sisi, banyak yang memuji inisiatif ini sebagai langkah nyata untuk memperbaiki gizi anak-anak dan mendorong ekonomi lokal. Orang tua, terutama di daerah terpencil, menyambut baik program ini karena mengurangi beban biaya makanan anak sekolah, sekaligus meningkatkan kehadiran siswa. Pelaku UMKM juga antusias, karena MBG membuka peluang usaha baru melalui penyediaan bahan makanan. Namun, di sisi lain, sebagian masyarakat dan pengamat mempertanyakan besarnya anggaran ini, khawatir akan membebani APBN yang sudah defisit Rp 616,2 triliun (2,53% dari PDB). Beberapa kritikus menilai pelaksanaan MBG perlu pengawasan ketat untuk mencegah penyelewengan, mengingat skala program yang besar. Di media sosial, diskusi ramai dengan pendukung yang menyebut MBG sebagai “game changer” dan kritikus yang meminta transparansi lebih dalam pengelolaan dana.

Kesimpulan: Prabowo Berikan Anggaran MBG Rp 335 T
Keputusan Prabowo mengalokasikan Rp 335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis menunjukkan komitmen kuat untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia dan mengatasi stunting. Dengan target ambisius menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, MBG bukan hanya soal makanan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia dan ekonomi lokal. Meski mendapat dukungan luas, anggaran besar ini juga memicu kekhawatiran tentang efisiensi dan transparansi. Keberhasilan MBG akan bergantung pada pelaksanaan yang tepat sasaran dan pengawasan ketat. Bagi Prabowo, program ini adalah langkah besar untuk mewujudkan visinya menuju Indonesia Emas 2045, dan publik kini menanti hasil nyata dari inisiatif monumental ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *