Pemerintah Kota Depok Akan Bangun Flyover Margonda. Pemerintah Kota Depok mengumumkan rencana pembangunan flyover di Jalan Margonda Raya pada 9 Agustus 2025, sebagai solusi mengatasi kemacetan kronis di kawasan Simpang Juanda dan pintu keluar Tol Margonda. Proyek senilai Rp 250 miliar ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2026, setelah melalui tahap studi kelayakan dan koordinasi dengan pemerintah pusat. Flyover ini diharapkan memperlancar arus lalu lintas di salah satu jalur tersibuk di Depok. Namun, bagaimana rencana ini diterima masyarakat, dan apakah hanya janji kosong? BERITA LAINNYA
Siapa Pemerintah Kota Depok Saat Ini?
Pemerintah Kota Depok saat ini dipimpin oleh Wali Kota Supian Suri, yang menjabat sejak 2021, didampingi Wakil Wali Kota Imam Budi Hartono. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), yang dipimpin oleh Kepala Dinas Citra Indah Yulianti, menjadi motor utama dalam perencanaan proyek flyover Margonda. Tim ini bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda), Dinas Perhubungan, serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Supian Suri, yang dikenal dengan komitmennya pada pembangunan infrastruktur, menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari visi menjadikan Depok kota yang lebih konektif dan efisien.
Apakah Pembangunan Ini Sekedar Hanya Omong Kosong Belaka?
Rencana pembangunan flyover Margonda tampaknya bukan sekadar wacana. Proyek ini telah memasuki tahap finalisasi studi kelayakan, didukung oleh donor keuangan dari Jerman melalui PT SMI. Anggaran Rp 250 miliar akan bersumber dari pinjaman daerah dan kerja sama dengan SMI, tanpa membebani APBD secara penuh. Flyover ini dirancang dengan dua koridor: jalur utama sepanjang 460 meter dari Restoran Spesial Sambal hingga dekat Depok Town Square, dan jalur satu arah 300 meter dari Jalan Ir. H. Juanda ke Margonda. Koordinasi dengan Kementerian PUPR, BAPPENAS, dan Kemendagri juga sudah dilakukan, menunjukkan komitmen serius. Meski begitu, tantangan seperti pembebasan lahan dan potensi gangguan lalu lintas selama pembangunan masih perlu diatasi.
Tanggapan Masyarakat Depok Atas Pembangunan Ini
Masyarakat Depok menyambut rencana flyover ini dengan antusias, meski ada nada skeptis. Banyak warga, terutama pengguna Jalan Margonda, menyatakan lega karena kemacetan di Simpang Juanda dan exit tol kerap menyita waktu, terutama saat jam sibuk. Seorang pengendara lokal mengatakan, “Kalau flyover ini beneran jadi, perjalanan ke kantor bisa lebih cepat.” Namun, beberapa warga meminta penertiban angkutan kota agar efektivitas flyover maksimal. Ada pula kekhawatiran soal dampak pembangunan, seperti kemacetan tambahan selama proses konstruksi. Di media sosial, netizen Depok ramai mendiskusikan desain flyover, dengan sebagian besar mendukung asalkan proyek selesai tepat waktu dan transparan.
Kesimpulan: Pemerintah Kota Depok Akan Bangun Flyover Margonda
Rencana pembangunan flyover Margonda oleh Pemerintah Kota Depok menawarkan harapan untuk mengatasi kemacetan yang sudah lama mengganggu warga. Dengan kepemimpinan Supian Suri dan tim DPUPR, proyek ini menunjukkan tanda-tanda serius melalui studi kelayakan dan pendanaan yang terstruktur. Tanggapan positif masyarakat mencerminkan kebutuhan mendesak akan solusi lalu lintas, meski tantangan pelaksanaan tetap ada. Jika terealisasi sesuai rencana pada 2026, flyover ini bisa menjadi tonggak baru bagi Depok sebagai kota yang lebih modern dan efisien, asalkan koordinasi dan transparansi terus dijaga.