840 Personel Gabungan Siaga Demo Jakarta. Polda Metro Jaya bersama TNI dan unsur gabungan lainnya menyiagakan 840 personel untuk mengamankan aksi demonstrasi besar yang berlangsung di Jakarta pada 20 Februari 2026. Demonstrasi yang digelar oleh beberapa elemen masyarakat sipil dan organisasi buruh ini menuntut beberapa hal, termasuk penolakan terhadap kenaikan harga BBM nonsubsidi, evaluasi kebijakan ketenagakerjaan, serta respons pemerintah terhadap dampak inflasi pangan. Titik kumpul utama berada di kawasan Patung Kuda, Monas, dan Istana Negara, dengan arus massa mulai berkumpul sejak pagi hari. Meski aksi berlangsung kondusif hingga sore, pengamanan tetap diperketat untuk mencegah potensi bentrok atau penyusupan. Polda Metro Jaya menyatakan siaga penuh sejak pukul 06.00 WIB dan akan mengevaluasi situasi hingga aksi selesai. BERITA TERKINI
Persiapan Pengamanan dan Titik Krusial: 840 Personel Gabungan Siaga Demo Jakarta
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyatakan bahwa 840 personel terdiri dari 520 personel Polda Metro Jaya, 180 personel Brimob, 80 personel TNI, dan sisanya dari Satpol PP serta instansi terkait lainnya. Formasi pengamanan dibagi menjadi tiga ring:
Ring 1: Pengamanan langsung di sekitar Istana Negara dan Gedung DPR/MPR dengan 320 personel.
Ring 2: Pengendalian massa di Patung Kuda, Monas, dan Bundaran HI dengan 380 personel.
Ring 3: Pengawalan rute demonstrasi dan antisipasi kerumunan liar di titik-titik simpang seperti Harmoni, Thamrin, dan Sudirman dengan 140 personel.
Selain personel, Polda juga menurunkan 42 unit kendaraan taktis (rantis), 18 water cannon, dan 8 unit drone pengintai untuk memantau pergerakan massa dari udara. Rekayasa lalu lintas diberlakukan sejak pukul 07.00 WIB di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Jenderal Sudirman. Beberapa ruas jalan dialihkan ke Jalan Rasuna Said dan Jalan Gatot Subroto untuk mengurangi kemacetan. Hingga pukul 17.00 WIB, aksi masih berjalan damai meski massa sempat mencoba mendekati pagar Istana sebelum akhirnya mundur setelah mendapat teguran petugas.
Situasi Lapangan dan Respons Aparat: 840 Personel Gabungan Siaga Demo Jakarta
Aksi demonstrasi dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dengan massa berkumpul di Patung Kuda. Orasi berlangsung di atas truk komando dengan pengeras suara, menyuarakan tuntutan penurunan harga BBM, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2026, serta evaluasi kebijakan omnibus law ketenagakerjaan. Demonstran juga membawa spanduk bertuliskan “Turunkan Harga BBM, Naikkan Kesejahteraan Rakyat” dan “Tolak Penggusuran demi Investasi”. Aparat pengamanan menerapkan pendekatan humanis: barikade dibuat dari water barrier ringan, petugas hanya menggunakan tameng dan tongkat, serta tidak ada penggunaan gas air mata atau peluru karet sepanjang aksi.
Hingga pukul 18.00 WIB, massa mulai membubarkan diri secara mandiri setelah orasi penutup. Tidak ada bentrok fisik atau penangkapan, meski 4 orang diamankan sementara karena membawa bendera dan atribut kelompok tertentu yang dianggap provokatif. BPBD DKI Jakarta juga menyiagakan 120 personel dan 18 unit kendaraan rescue untuk antisipasi banjir rob atau genangan akibat hujan deras yang sempat turun sore hari.
Kesimpulan
Pengamanan 840 personel gabungan pada demonstrasi Jakarta 20 Februari 2026 berjalan relatif kondusif tanpa insiden berarti. Pendekatan humanis dan rekayasa lalu lintas yang baik berhasil menjaga ketertiban meski massa cukup besar dan tuntutan cukup beragam. Di tengah Februari 2026, aksi ini menjadi ujian awal bagi pemerintahan Prabowo dalam menangani demonstrasi besar tanpa eskalasi kekerasan. Keberhasilan pengamanan ini juga menunjukkan koordinasi yang solid antara Polri, TNI, dan Pemprov DKI. Namun, pemerintah tetap perlu merespons tuntutan substantif agar aspirasi rakyat tidak terus berulang di jalanan. Semoga dialog terbuka bisa menjadi jalan keluar terbaik ke depan, sehingga energi masyarakat bisa lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan daripada aksi jalanan.