Flyover Pesing Jakbar Banjir Usai Saluran Air Tersumbat. Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari memicu banjir di sejumlah titik rawan, salah satunya Flyover Pesing. Saluran air primer yang berada tepat di bawah flyover tersumbat oleh sampah, lumpur, dan sedimen tebal, sehingga air hujan tidak bisa dialirkan dengan lancar. Akibatnya, genangan cepat naik dan meluap ke badan jalan utama serta area pedestrian di bawah flyover. Ribuan pengendara terjebak, beberapa kendaraan mogok, dan lalu lintas di Jalan Daan Mogot arah timur-barat lumpuh total selama lebih dari empat jam. Petugas gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB untuk memompa air dan membersihkan sumbatan, tapi proses evakuasi air memakan waktu lama karena volume genangan yang besar dan arus lalu lintas yang padat. INFO GAME
Penyebab Utama: Saluran Air Tersumbat Parah: Flyover Pesing Jakbar Banjir Usai Saluran Air Tersumbat
Tim teknis yang turun ke lokasi menemukan bahwa saluran air utama di bawah flyover sudah penuh dengan tumpukan sampah plastik, karung, ranting pohon, dan endapan lumpur setebal hampir satu meter. Sumbatan ini diperparah oleh limbah rumah tangga dan konstruksi yang dibuang sembarangan ke saluran selama musim hujan. Meski sudah ada upaya pembersihan rutin, volume sampah yang masuk ke drainase jauh lebih besar daripada kapasitas penanganan harian. Hujan deras semalam menjadi pemicu langsung: air hujan yang seharusnya dialirkan ke saluran malah terbendung, lalu meluap ke permukaan jalan. Kawasan Pesing memang dikenal sebagai titik rawan banjir rob dan genangan karena letaknya yang rendah dan dekat dengan aliran kali yang sering meluap. Namun, banjir kali ini lebih disebabkan oleh masalah drainase internal daripada luapan sungai, sehingga penanganan harus difokuskan pada pembersihan dan perbaikan saluran bawah tanah.
Dampak Lalu Lintas dan Aktivitas Masyarakat: Flyover Pesing Jakbar Banjir Usai Saluran Air Tersumbat
Kemacetan akibat banjir Flyover Pesing menyebar hingga ke Jalan Kyai Tapa, Slipi, dan sebagian Grogol. Ribuan kendaraan terjebak selama berjam-jam, membuat banyak pekerja terlambat sampai kantor dan anak sekolah sulit mencapai tempat tujuan. Beberapa pengendara motor terpaksa memutar balik atau mencari jalan alternatif melalui kampung-kampung sekitar, tapi jalur itu pun banyak yang tergenang. Petugas lalu lintas dan tim evakuasi harus bekerja ekstra untuk mengatur arus dan membantu kendaraan yang mogok. Di bawah flyover, genangan mencapai lutut orang dewasa, sehingga pejalan kaki dan pedagang kaki lima di area itu terdampak parah. Beberapa warga sekitar melaporkan rumah mereka ikut kebanjiran karena air meluap dari saluran yang sama. Dampak ekonomi juga terasa: aktivitas perdagangan di sekitar pasar tradisional dan pusat perbelanjaan kecil sempat terganggu karena akses sulit.
Upaya Penanganan dan Langkah Pencegahan ke Depan
Petugas gabungan dari dinas terkait dan relawan langsung turun ke lokasi sejak pagi. Pompa air berkapasitas besar dikerahkan untuk menguras genangan, sementara tim pembersih saluran bekerja membersihkan sumbatan menggunakan alat berat dan manual. Proses ini berlangsung hingga siang hari sebelum lalu lintas mulai normal kembali sekitar pukul 13.00 WIB. Pemerintah setempat menyatakan akan melakukan pembersihan saluran secara menyeluruh dan rutin di kawasan Pesing, termasuk pemasangan grill filter sampah di beberapa titik inlet. Masyarakat juga diminta lebih disiplin membuang sampah pada tempatnya dan tidak membuang limbah ke saluran. Beberapa warga mengusulkan pembuatan sumur resapan tambahan dan normalisasi saluran yang sudah dangkal. Penanganan cepat hari ini berhasil mengurangi genangan, tapi tanpa perbaikan struktural jangka panjang, banjir serupa berpotensi terulang setiap hujan deras.
Kesimpulan
Banjir di Flyover Pesing Jakarta Barat kali ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur drainase ketika saluran utama tersumbat. Hujan deras menjadi pemicu, tapi akar masalahnya ada pada pengelolaan sampah dan sedimentasi yang tidak tertangani maksimal. Meski penanganan darurat berjalan relatif cepat, dampak kemacetan dan gangguan aktivitas masyarakat tetap besar. Kejadian ini seharusnya jadi pengingat bagi semua pihak—pemerintah, warga, dan pelaku usaha—untuk lebih serius menjaga kebersihan saluran dan mendukung program pencegahan banjir. Tanpa langkah preventif yang konsisten, Flyover Pesing dan kawasan sekitarnya akan terus menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Semoga perbaikan segera dilakukan agar warga tidak lagi terjebak dalam situasi serupa di masa depan.