Komisi V DPR Dapatkan Info Pesawat ATR Berbelok. Pesawat ATR 42-500 hilang kontak sekitar pukul 14.30 WIB di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros. Pesawat yang membawa 10 orang itu akhirnya ditemukan jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Tim SAR gabungan menemukan puing-puing dan dua jenazah di lokasi, sementara delapan korban lainnya masih dalam pencarian. Komisi V DPR, sebagai mitra kerja Kementerian Perhubungan, langsung aktif mengumpulkan informasi dari berbagai pihak. Salah satu fakta yang mencuat adalah pesawat berbelok ke arah yang tidak sesuai prosedur pendekatan standar. Air Traffic Control sempat memberikan instruksi koreksi, tapi respons dari kokpit tidak optimal. Informasi ini didapat Komisi V melalui koordinasi dengan otoritas penerbangan dan laporan awal KNKT, menambah lapisan misteri di balik kecelakaan ini. INFO GAME
Detail Informasi Pesawat Berbelok: Komisi V DPR Dapatkan Info Pesawat ATR Berbelok
Komisi V DPR mendapatkan penjelasan bahwa pesawat seharusnya mengikuti jalur pendekatan langsung menuju bandara tujuan. Namun, radar menunjukkan deviasi signifikan ke arah pegunungan. Ketua Komisi V Lasarus menyatakan bahwa pesawat “seharusnya tidak ke sana” berdasarkan data yang diterima. Belokan ini terjadi di tengah kondisi cuaca yang menantang, termasuk awan tebal yang menutupi visibilitas. Beberapa anggota komisi menduga faktor cuaca berkontribusi, tapi tidak menutup kemungkinan isu teknis atau human error. Informasi ini menjadi krusial karena menunjukkan pesawat keluar dari koridor aman yang telah ditetapkan. Komisi menekankan bahwa data radar dan komunikasi ATC harus dianalisis secara mendalam untuk memahami mengapa koreksi tidak berhasil dilakukan tepat waktu.
Faktor Pendukung Lain yang Dapatkan Komisi: Komisi V DPR Dapatkan Info Pesawat ATR Berbelok
Selain belokan jalur, Komisi V juga menerima info terkait kondisi pesawat sebelum keberangkatan. Ada laporan bahwa salah satu mesin pernah mengalami masalah sehari sebelumnya, meski telah diperbaiki dan dinyatakan layak terbang. Cuaca buruk dengan awan tebal di rute juga disebut sebagai elemen pemicu. Komisi menduga kombinasi antara deviasi jalur, cuaca ekstrem, dan potensi kerusakan teknis bisa menjadi penyebab utama. Anggota Komisi V Edi Purwanto menyoroti perlunya evaluasi total sistem transportasi udara nasional. Mereka juga mendesak KNKT untuk melakukan investigasi empiris tanpa spekulasi, agar temuan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Komisi berencana memanggil Kementerian Perhubungan dan pihak terkait untuk rapat kerja guna membahas temuan awal ini.
Desakan Komisi V terhadap Investigasi dan Pencegahan
Komisi V DPR tidak hanya menerima informasi, tapi juga langsung memberikan rekomendasi tegas. Mereka meminta audit menyeluruh terhadap kelaikan terbang armada sejenis, termasuk pemeriksaan pemeliharaan dan prosedur operasional. Wakil Ketua Ridwan Bae menekankan kolaborasi semua stakeholder dalam pencarian korban dan investigasi. Komisi juga mendesak Kemenhub untuk memperketat uji kelaikan dan mempertimbangkan penghentian sementara operasional pesawat model serupa hingga hasil audit kelar. Fokus utama adalah transparansi data black box dan CVR agar penyebab pasti bisa terungkap. Anggota Komisi V Ahmad Safei menyatakan keprihatinan mendalam dan meminta penanganan cepat serta terbuka. Desakan ini bertujuan mencegah tragedi berulang di tengah lalu lintas udara yang semakin padat.
Kesimpulan
Komisi V DPR telah mendapatkan informasi krusial bahwa pesawat ATR 42-500 sempat berbelok dari jalur seharusnya sebelum jatuh di Maros. Fakta ini, ditambah kondisi cuaca dan riwayat teknis, menjadi dasar desakan investigasi mendalam. Komisi menunjukkan sikap proaktif dengan mendorong transparansi, audit ketat, dan kolaborasi lintas lembaga. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tapi juga pelajaran berharga bagi keselamatan penerbangan nasional. Dengan evaluasi menyeluruh seperti yang diminta Komisi V, diharapkan standar keselamatan bisa ditingkatkan signifikan. Investigasi yang obyektif dan cepat menjadi kunci untuk memberikan jawaban bagi masyarakat dan mencegah kejadian serupa di masa depan.